Bukan perkara mudah karena menyangkut kehidupanku kedepannya. Kisahnya berawal saat mudik lebaran idul fitri 1430H kemarin dimana aku konsultasi dengan kedua orangtuaku tentang rencana menikah ditahun 1431H ini. Mereka support dan terjadilah deal itu, ya deal yang menurut saya sangat adil buat keluarga yang memiliki rasa kebersamaan yang kuat.
Dealnya sangat sederhana '2010 menikah, saya mencari pilihan sendiri sampai juni 2010 jika lewat juni 2010 saya serahkan kepada keluarga untuk menentukan jodoh buatku'. Dengan besar hati deal ini saya terima walaupun kebanyakan orang akan beranggapan ini bukan jamannya lagi dijodohkan. Iya saya sangat sependapat, tapi itu saya anggap sebagai suatu resiko yang harus saya terima karena bentuk komitmenku untuk segera membina rumah tangga dan bentuk terima kasih kepada kedua orang tuaku yang telah mendidik dan membesarkan saya tanpa menuntut balasan apa-apa.
Setelah plong dapat lampu hijau menentukan wanita yang akan jadi istriku kelak dimulai. Alhamdulillah di november 2009 aku sudah punya pilihan. Pilihan yang kuyakini dan kuharapkan benar adanya kelak. Pilihan yang akhirnya direstui oleh kedua orangtuaku dan sodara-sodaraku. Yah dia akhirnya jadi pilihanku berdasarkan agama dan keyakinan hatiku tentunya. Dia bukan siapa-siapaku saat ini dan dia tidak dikenal oleh orang-orang dekatku. Pilihanku menjadi tanda tanya untuk orang-orang disekitarku, yang kupahami dia baik dari segi agama dan dia memiliki karakter yang bisa mengimbangi karakterku walo secara hubungan kami tidak pernah dekat sama sekali.
Walaupun saya sudah sangat yakin dengan apa yang kuperbuat, niatku sudah mantap dan usahaku sudah maksimal ternyata Tuhan tidak memberikan jalan yang mudah buatku. Ada tembok yang besar yang menjadi penghalang saat ini. Aku sudah pernah menyerah untuk mencoba melewati atau bahkan berusaha merobohkannya namun kekuatan keluarga memberiku asa kembali untuk kembali kuat menghadapinya. Insya Allah pasti akan ada jalan. Yah saya menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT yang terbaik buat diriku dan kuharapkan keajaiban itu datang kepadaku suatu waktu!!
Kenapa kukatakan sebagai suatu keajaiban?? Aku hanya punya peluang 1% buat bersatu dengannya, walau terasa berat dihati tapi aku akan berusaha kuat menghadapinya.
|