Top News Dariku untuk Semua
Halaman ini sarana Mr Wevils mengekspresikan pengalaman hidup yang telah dilewati dalam tulisan. Gue berusaha semaksimalnya mendokumentasikan cerita-cerita yang menurut pendapat pribadiku menarik, sehingga suatu saat akan mengingatkanku disuatu masa dimana cerita itu terjadi. Cerita ini sekalian jadi news buat teman-temanku yang masih ingat who i am.
update terakhir: Rabu, 23 Oktober 2013
Butuh Layanan GNU/Linux?
Mr Wevils menyediakan Layanan Support GNU/Linux untuk Anda!
    GNU/Linux Server Support
      - Linux Server Setup Package
      - Linux Server Maintenance

    Kelas Privat GNU/Linux
      - Kelas Privat Linux Desktop
      - Kelas Privat Linux Server

    Distributor CD Distro GNU/Linux
     Tersedia distro-distro dibawah ini.
      - Ubuntu      - Slackware      - Mandriva
      - CentOS     - Open SuSE     - PCLinux
      - Fedora

Pilih Distro Sesuai Selera
Distro akronim dari Distribusi GNU/Linux adalah gabungan sistem operasi  GNU/Linux beserta paket aplikasi lengkap yang dapat digunakan langsung.

Dream Theater, Mimpi yang Nyata
Selasa, 24 April 2012 | 19.47 wib

Dream Theater mo manggung di Jakarta, berita ini aku dapatnya dari teman chatingku anak forum ubuntu indonesia, munkin dia sering liat status ym ku yang sering dihiasi lagu-lagunya DT. Tanpa mikir panjang aku kudu dapat tiket festivalnya, dan itu tercapai walo harganya buat kantong jebol. Sempat ndak mau seh tapi seminggu menjelang jadwal konser mikir-mikir lagi. Hahahaaa.. dak tega sebenarnya buat ngeluarin duit segitu tapi kapan lagi. 27 tahun band ini nongol baru kali ini ke Indonesia.

Dream Theater pertama kali kenal musiknya waktu masih mahasiswa S1 dulu dimakassar. Yang tularin om gondrong karena diriku sering maen ke kamarnya dulu. Dari situlah kemudian DT menjadi salah satu grup band yang ingin aku liat langsung perfomance-nya terutama sang gitaris John Petruci. Sejak itu DT selalu menghiasi list player musikku sampai detik ini.

Begitu sulitnya menemukan orang yang suka band ini, khususnya orang-orang disekitarku. 3 hari nyari teman nonton ndak ada yang tertarik. Akhirnya mutusin pergi sendiri walo dengan resiko yang besar bahwa musik rock itu identik dengan anak-anak yang hiper aktif berekspresi. Senggol dikit bisa-bisa berantem. Kalo ada teman kan ada yang nemenin tawuran kalo sendiri dijamin bonyok. Hahaaaa..

Sabtu 21 april 2012 akhirnya ke lokasi konser yang sangat aku benci (ancol), pulangnya dijamin susah. Perjuangan banget masuk area konser, berdesak-desakan dengan ribuan orang. Puwh tidak sebanding dengan harga tiket. Rasanya ingin keluar dari antrian yang berdesak-desakan itu tapi klo keluar artinya ndak nonton DT. Panitia konsernya gue kasi nilai 1!! (dari range 0-10) Ndak profesional tiketnya aja payah!!!

Setelah 2 setengah jam lebih antri akhirnya masuk area konser (edan deh desak-desakannya, naik tangga pula. resiko keselamatan ndak diperhitungkan panitia), kenalan dengan anak dari surabaya yang kebetulan sendiri juga. Akhirnya kami mutusin saling jaga selama konser, pertunjukan musik pembuka ndak ada apa-apanya menurutku. Ndak menarik!! Entah siapa akupun tak mau peduli..

Tiba waktunya DT tanpa basa basi langsung gebrak dengan 3 lagu awal, salah satu lagu 'Build me up, break me down' yang sangat gue harapin dibawakan selain Solitary Shell (ngak dinyayiin), Pull Me Under dan tentunya The Spirit Carries On. Kalo gue bilang inilah konser musik terbaik yang pernah aku nikmati. Skill bermusik, sound system (gila kekuatannya, bangun tidur esoknya telingaku masih terasa berdengung) dan lighting panggung yang oke banget sampai percuma bawa kamera hasilnya mengecewakan. Thanks DT sudah memberi warna dalam hidupku..

Setelah konser aku baru lebih ngerti warna musik DT, munkin pelurusan buat yang ndak suka musik rock yang aliran hard. Genre DT adalah progressive metal atau progressive rock, apa yang dipikiran Anda? Gue bisa pastiin ndak ada yang positif deh. Awalnya juga aku serem dengan label tersebut. Tapi ternyata rock yang dibawain kualitas tinggi yang lebih menekankan skill bermain dengan beat yang super cepat. Karena beat yang super cepat ini, respon badan justru tertahan untuk hiper aktif berlebih misalnya gerakan loncat (ini neh respon yang bahaya di konser musik rock, orang-orang disekitar kita resikonya). Ini diluar pikiranku, yang ada justru gerakan simpel namun cepat. Temanku dari surabaya sepakat dengan hal ini, saya mendiskusikannya setelah konser selesai.

DT bermain sebagai tim, awalnya gue sangat berharap John Petruci yang jadi man of the match tapi ternyata aku salah, berbeda dengan Guns and Rose dengan slash atau Axl. Mereka bermain tidak menonjolkan permainan perorangan mereka selalu maju sebagai satu tim. Tidak ada keegoisan, mereka bermain sesuai peran masing-masing. Gue salute point ini, vokalis dan gitaris ndak mendominasi berbeda dengan grup musik lain yang aku ikutin musiknya. Kehilangan Mike Portnoy sang drumer legendaris tidak membuat mereka pincang. Kehadiran drumer baru mereka Mike Mangini bisa langsung nyetel dan tidak membawa dampak perubahan apa-apa menurutku, mereka tetap membawa musik Dream Theater seperti yang saya dengar hampir setiap hari di player musikku. Bahkan gue kepicut sama aksi panggung sang drumer baru, dialah bakat drumer terbaik yang pernah saya liat perfomancenya secara langsung, sangat cepat dan full power. Masih tampak sedikit malu-malu.. Hihiiii.. masih risi dengan posisi sang pendahulu mukin. Atokah itulah stylenya? Biarlah waktu yang membuktikannya.

Secara keseluruhan diriku sangat puas malam itu, permainan mereka sangat bersih, berskill dan berkelas. Setelah konser tersebut aku makin makin salute sama Dream Theater. Mereka memperlihatkan pertunjukan musik high class!



ARSIP TULISAN PRIBADI Mr Wevils

Menu GNU/Linux Menu Profil Mr Wevils Menu Ragam Hidup Mr Wevils Link Menu W-Linux Menu Kontak Mr Wevils
didedikasikan untuk gerakan GO GREEN!
klik image untuk kemenu lainnya